122 KPM Mendapat Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Desa Panjiwangi

oleh -1856 Dilihat
oleh

GARUT, REALITA INDONESIA.COM – Warga masyarakat Desa Panjiwangi berbondong-bondong antusias mendatangi kantor Desa Panjiwangi dengan harapan akan menerima bantuan dari pemerintah berupa Bantuan Langsung Tunai Dana Desa ( BLT DD ) Senin, (03/10/22)

Sekira pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai, bertempat di Aula Desa Panjiwangi Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut.

Menurut Jajang selaku Kaur Perencanaan, ” Sebanyak 122 KPM mendapatkan bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD) awal 70 KPM, sekarang sudah ada perluasan sudah penambahan menjadi 122 KPM, di sisi lain ada pertimbangan juga terkait Inspratuktur di wilayah kami karena Inprastruktur di daerah Panjiwangi belum sepenuhnya terselesaikan, sekarang baru 70% inprastruktur dari awal jalan desa kemudian fasilitas fasilitas umum lain nya,”ucapnya.

Jajang menambahkan, “Sekarang kan ada penambahan lagi ada ukuran harus 40% ke dana desa itu kami juga ke teteran hubungannya dengan Inprastruktur, tapi alhamdulilah juga untuk warga kami sisi baiknya ada, untuk kesejahteraan sangat terbantu, di desa Panjiwangi ada 8 RW, 3 dusun semuanya 1462 KK, sebetulnya belum merata karena ada keterkaitannya dari administratif, ada warga kami yang adminitrasinya antara number KK sama number Nik nya suka ada persoalan karena berbeda, alhamdulilah kami bantu warga yang ada persoalan tersebut, cuma kan ketika berbicara bantuan juga butuh proses berapa lama itu kan masuk online,” ungkapnya.

Ia berharap, “Untuk kedepannya lebih di perhatikan, mungkin jadi modal utama kadang-kadang sisi administratif dari Disducapil, kemudian kalau berbicara dana bantuan dari dana desa atau BBM yang di pertanyakan administrasi jelas atau tidak nya, online atau tidaknya seperti itu, terus kuota dana desa di tingkatkan lagi, karena kondisi desa Panjiwangi pada tau semua juga, kami itu istilahnya desa yang mulai mau berkembang perlu bantuan yang lebih dari desa-desa yang lain, kebetulan di lihat dari biografisnya desa kami berada di desa paling ujung untuk wilayah Tarogong Kaler, bahkan berbatasan dengan Kota Bandung,” tandasnya.

Dengan adanya sistem digital menurut Jajang agak merasa risi terkait sumber daya manusia (SDM) di Panjiwangi yang begitu minim terhadap pengetahuan tentang ITE, karena disini kan kampung kalau generasi-generasi milenial, generasi muda sekarangkan pada tau, cuma yang di atas milenial itu belum tentu bisa gezet, belum tentu bisa mengerti ITE, belum tentu bisa faham apa itu online mungkin harus ada penyeimbangan sisi ITE berjalan,secara manual pun dijalankan karena belum tentu semuanya faham terhadap ITE, yang dibutuhkan motifasi dari Disdukcapil dan dari berbagai pihak terhadap masyarakat yang belum faham,” pungkasnya.(Om Danur)

No More Posts Available.

No more pages to load.