10 Penumpang Hilang Akibat Kapal Terbalik di Selat Sunda

Tim Basarnas Banten bersiaga untuk mencari kapal yang tenggelam di area Gunung Anak Krakatau. (Dok. Instagram humas banten)

Realita Indonesia – Badan SAR Nasional atau Basarnas Banten mengevakuasi kapal terbalik di perairan Selat Sunda, dekat Gunung Anak Krakatau, Banten, pada Kamis sore, 18 Juni 2020.

Kepala Basarnas Banten, M. Zaenal Arifin, mengatakan Kapal Motor Puspita Jaya itu terbalik karena kondisi ombak yang tinggi.

“Saat kejadian, ketinggian ombak antara 2 sampai 3 meter,” kata Zaenal berdasarkan keterangan yang diunggah akun Instagram @humas_basarnas.banten, Jumat, 19 Juni 2020.

Zaenal mengatakan peristiwa naas itu terjadi pada Kamis sore lalu, pukul 17.26 WIB. Kapal itu diketahui membawa 16 penumpang.

Berdasarkan informasi awal, para penumpang hendak berangkat ke Pulau Rakata dekat Gunung Anak Krakatu, dan menginap di sana.

Baca Juga :   Pihak Kemensos Beri Bantuan Sosial Untuk Korban Banjir Bekasi

Rencananya, kapal akan kembali lagi ke Banten pada Jumat. Namun, di tengah perjalanan, kapal dihantam ombak tinggi.

Saat kapal terbalik, para penumpang sempat berenang menuju Pulau Rakata untuk menyelamatkan diri.

Tetapi ada 6 penumpang yang tidak kuat dan kembali ke bangkai perahu yang belum tenggelam sepenuhnya. Sedangkan 10 penumpang lainnya tidak diketahui. “Masih dalam pencarian tim SAR gabungan,” ujarnya.

Proses pencarian ini dipimpin Zaenal dengan menggunakan kapal KN.372 yang berangkat dari Dermaga VI Pelabuhan Merak, Kota Cilegon.

Editor : Realita Indonesia
Sumber : nasional.tempo.co

Bagikan :
error: Content is protected !!